Praktisi dari Salah Satu Industri Ternak Potong Terbesar di Indonesia Sharing Manajemen Feedlot Sapi Potong

Salah satu perwujudan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen perguruan tinggi agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam.

Fapet unisma

Kuliah Tamu Via Zoom meeting

Mata kuliah manajemen produksi ternak potong yang diampu oleh Nisa’us Sholikah, S.Pt., M.Pt., berkolaborasi dengan praktisi yang sudah berpengalaman di bidang peternakan sapi potong dan bekerja di Farm sapi potong terbesar yaitu PT. Pasir Tengah bagian dari group PT. Widodo Makmur Perkasa Tbk., yaitu Ir. Rifa’i Musthofa, S.Pt., M.Pt. Kolaborasi ini dilakukan dalam bentuk praktikum secara daring dan dihadiri 79 mahasiswa.

Melalui Program ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu dan kecakapan yang relevan dengan kebutuhan dan tantangan di dunia kerja. Selain itu, materi tentang manajemen pemeliharaan feedlot perusahaan besar dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa terdapat perbedaan sigifikan tentang pengelolaan peternakan skala besar, menengah, maupun tradisional yang sering mereka jumpai.

Manajemen menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan suatu usaha peternakan. Manajemen tersebut meliputi manajemen sumber daya manusia, manajemen pakan, manajemen pemeliharaan, manajemen sanitasi dan kesehatan, manajemen pengelolaan limbah, manajemen reproduksi, manajemen bibit/bakalan ternak, serta manajemen pengelolaan perusahaan.

PT. Pasir Tengah sudah menjalankan manajemen di bidang peternakan dengan profesional dan berhasil sehingga bisa menjadi referensi bagi para mahasiswa tentang feedlot management. Tujuan utama feedlot management adalah menghasilkan sapi potong dengan performa produksi yang tinggi serta memiliki kualitas daging yang baik guna memenuhi kebutuhan daging sapi nasional.

Rifa’i menjelaskan bahwa sampai saat ini di Indonesia pemenuhan kebutuhan daging nasional masih belum bisa mengandalkan produksi daging lokal dan masih mengimpor daging beku maupun bakalan. Perlu komitmen dari semua pihak baik dari pemerintah, masyarakat khususnya peternak, dan akademisi untuk mewujudkan swasembada daging dengan memperbaiki manajemen ternak potong secara keseluruhan.

Red. Fakultas Peternakan Unisma

CATEGORIES
TAGS
Share This
× WhatsApp