Riset Animal Welfare Proses Pemotongan Hewan oleh Mahasiswa Fapet & FMIPA Unisma di RPH

Animal Welfare atau atau dikenal sebagai kesejahteraan hewan, sedang menjadi topik hangat saat ini. Masyarakat saat ini sangat tertarik dengan penerapan kesejahteraan hewan dalam segala aspek.

Fapet Unisma

Rumah Pemotongan Hewan

Lima aspek kesejahteraan hewan yang harus dimiliki hewan untuk meningkatkan kualitas hidupnya adalah kebebasan dari kelaparan, kebebasan dari ketidaknyamanan, kebebasan dari rasa sakit, cedera dan penyakit, kebebasan dari perilaku sendiri secara alami, tanpa rasa takut dan stres.

Penyembelihan hewan/hewan peliharaan jika tidak dilakukan dengan benar dapat menimbulkan rasa sakit dan stres bagi hewan tersebut. Hal ini tentu saja bertentangan dengan prinsip kesejahteraan hewan. Stres yang terjadi pada sapi sebelum disembelih akan berdampak buruk pada kualitas daging.

Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Islam Malang (Unisma) dan Fakultas MIPA melakukan penelitian terkait kesejahteraan hewan pada saat penyembelihan hewan. Penelitian ini didanai oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Program Inovasi Penelitian Presisi Mahasiswa (PKM).

Fapet

Muhammad Hilman Rodli dengan anggota Abdul Aziz Azzumar dan Cahya Ana Fadli dari Fakultas Peternakan dan Darajatun Islami, Shofia Jannatul Ma’rifah dari Fakultas MIPA Unisma beserta Pembimbing Dr. drh. Nurul Humaidah, M. Kes

Tim menyelidiki karakterisasi molekuler stres sebagai respon stres di rumah potong hewan (RPH).

Proses penyembelihan HPR melibatkan beberapa langkah dan langkah-langkah tersebut jika tidak dilakukan dengan benar dapat menimbulkan ketakutan, rasa sakit dan stres pada hewan peliharaan.

Prosedur tersebut meliputi pembongkaran hewan dari truk/pikup, pemeliharaan, persiapan pemotongan, pemotongan, dan penilaian kematian hewan. Penelitian dilakukan di RP Malang.

Ciri-ciri molekul stres yang diamati adalah ciri-ciri hormon Kortisol, MDA dan SOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres molekuler meningkat setelah penyembelihan. Upaya harus dilakukan untuk memperbaiki proses penyembelihan sehingga ketakutan, rasa sakit dan stres pada hewan sebelum disembelih dapat dikurangi.

Ketua tim Hilman mengatakan, tujuan dari pengelolaan pemotongan hewan yang baik adalah untuk menjamin kualitas daging yang baik dan sehat sehingga dapat dihasilkan pendapatan ekonomi yang baik bagi para pelaku ekonomi HPR.

Daging yang baik dan sehat akan menunjang nilai gizi daging yang baik bagi manusia. Nurul menambahkan sebagai pembicara pendamping, penegakan hak-hak hewan pada saat penyembelihan hewan juga menjadi isu internasional pada tahun 2014, hingga pemerintah Australia menghentikan ekspor sapi ke negaranya.

Penerapan animal Welfare tidak hanya menjamin kenyamanan hewan peliharaan, namun juga menghasilkan daging yang sehat dan aman bagi manusia.

 

Sumber: Times Indonesia

CATEGORIES
Share This
× WhatsApp