MALANG – Bagaimana hasil penelitian perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat? Salah satu jawabannya adalah melalui Science Techno Park (STP), kawasan yang menghubungkan riset, inovasi, dunia usaha, dan kebutuhan masyarakat. Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (Fapet UNISMA) mengembangkan konsep tersebut melalui Graha Sembrani di Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, sebagai pusat pengembangan inovasi dan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Peresmian Graha Sembrani sebagai Science Techno Park UNISMA menjadi langkah pengembangan hilirisasi hasil penelitian dosen agar dapat diterapkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Inisiatif ini juga membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, kelompok masyarakat, dan sektor industri.
Apa Itu Science Techno Park?
Science Techno Park adalah kawasan terpadu yang menghubungkan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam kegiatan penelitian, inovasi, komersialisasi teknologi, serta pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi. STP berperan sebagai jembatan antara hasil penelitian akademisi dan kebutuhan nyata di masyarakat maupun pasar.
Dalam konteks Fapet UNISMA, konsep tersebut diwujudkan melalui Graha Sembrani, yang berlokasi di Desa Sukoanyar, Wajak. Kawasan ini berawal dari bangunan KUD Sukoanyar yang lama tidak berfungsi, kemudian dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan pengelolaan sampah oleh komunitas masyarakat.
Melalui pengembangan tersebut, Graha Sembrani menjadi ruang penerapan hasil riset dosen, sekaligus tempat masyarakat mengembangkan kegiatan produktif yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.

Bagaimana Peran Graha Sembrani sebagai Science Techno Park Fapet UNISMA?
Graha Sembrani berfungsi sebagai pusat pengembangan dan penerapan inovasi hasil penelitian dosen UNISMA. Kegiatan di kawasan ini mengintegrasikan pengelolaan sampah, teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan produk bernilai ekonomi.
Salah satu fokus kegiatannya adalah pengolahan sampah melalui proses pemilahan, penyetoran, dan pengolahan agar dapat dimanfaatkan kembali. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular, yaitu pendekatan yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan mengurangi limbah.
Melalui ekosistem STP, dosen juga dapat mengimplementasikan hasil penelitian menjadi produk yang dapat dipasarkan atau diadopsi oleh masyarakat. Dengan demikian, Graha Sembrani tidak hanya menjadi tempat pengelolaan sampah, tetapi juga wadah kolaborasi dan penerapan inovasi berbasis riset.
Apa Saja Produk Inovasi Hasil Penelitian Fapet UNISMA?
Graha Sembrani telah mengembangkan sejumlah produk hasil riset dosen Fapet UNISMA yang berkaitan dengan peternakan, pertanian, dan pemanfaatan limbah organik.
Berdasarkan pemberitaan
TIMES Indonesia

, produk yang dihasilkan meliputi:
- Eggpro: pakan ayam berbasis maggot.
- Nutribio: pupuk organik cair berbasis kotoran kambing.
- Terrabio: bakteri pembenah struktur tanah.
- Terragro: pupuk berbahan kotoran hewan kambing.
Produk-produk tersebut merupakan hasil kegiatan Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 2026.
Melalui inovasi ini, hasil penelitian perguruan tinggi diarahkan agar dapat diterapkan secara langsung, mendukung pemanfaatan limbah, serta membuka peluang pengembangan usaha produktif di tingkat masyarakat.
Bagaimana Kolaborasi Mendukung Pengembangan Science Techno Park?
Kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan Graha Sembrani sebagai STP UNISMA. Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan melibatkan tenaga ahli dari berbagai bidang untuk mendukung penerapan hasil penelitian dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua Tim PDB UNISMA, Dr. drh. Nurul Humaidah, M.Kes., menyampaikan bahwa pembentukan ekosistem STP memerlukan kolaborasi berbagai disiplin ilmu agar fungsi kawasan dapat berjalan dengan baik.
Tim tersebut melibatkan Ir. Muhammad Farid Wadjdi, M.P., yang memiliki keahlian dalam formulasi pakan unggas; Ir. Unung Lesmanah, M.T., dari Program Studi Teknik Mesin; serta Sahala Manalu, S.E., M.M., dari Program Studi Manajemen FEB Universitas Ma Chung.
Kolaborasi tersebut menggabungkan keahlian peternakan, teknik, dan manajemen untuk mendukung riset terapan serta pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Apa Peran Focus Group Discussion dalam Peresmian Graha Sembrani?
Focus Group Discussion (FGD) menjadi forum untuk menggali pandangan, kebutuhan, pengalaman, dan peluang pengembangan Graha Sembrani sebagai STP UNISMA. Kegiatan ini merupakan bagian akhir dari rangkaian Program Pemberdayaan Desa Binaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
FGD tersebut dihadiri oleh Camat Wajak Firman Ardinata, S., S.TP., M.AP., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Dinas Perikanan Kabupaten Malang, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Bumi Lestari Dadaprejo, Kota Batu.
Dalam forum tersebut, Camat Wajak menyampaikan apresiasi kepada UNISMA atas inisiatif menjadikan Desa Sukoanyar sebagai STP. Ia juga berharap pendampingan serupa dapat dikembangkan di desa-desa lain di Kecamatan Wajak dengan fokus yang berbeda.
Sementara itu, Ir. Yenny Rachmawaty dari KWT Bumi Lestari menyoroti pentingnya legalitas dan dokumentasi aktivitas Graha Sembrani. Menurutnya, kelembagaan yang berbadan hukum dan administrasi yang tertata dapat mempermudah upaya menjalin kerja sama dengan industri maupun instansi pemerintah.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Dhio Yudhistira Mahesa Putra, S.AP., juga menyampaikan bahwa pengajuan fasilitas TPS 3R memerlukan dokumentasi administrasi yang baik.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Soma Adidrama, S.Pi., menyampaikan dukungan berupa program budidaya ikan lele dengan sistem air mengalir yang terintegrasi dengan budidaya maggot. Program tersebut direncanakan didukung dengan sembilan unit kolam, bibit lele, telur maggot, serta instalasi pemipaan air. Informasi ini sebagaimana diberitakan oleh
TIMES Indonesia
.
Apa Manfaat Science Techno Park bagi Masyarakat?
Science Techno Park membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat langsung dari hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi. Melalui Graha Sembrani, masyarakat Desa Sukoanyar dapat terlibat dalam pengelolaan sampah, pelatihan, pendampingan, serta pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Program PDB yang mendukung pengembangan Graha Sembrani berlangsung selama lima bulan, dengan kegiatan berupa edukasi, pembuatan demplot, pelatihan, pendampingan, dan FGD. Program ini juga memperoleh dukungan dari pemerintah Desa Sukoanyar, Wajak.
Bagi masyarakat, kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber daya lokal. Bagi perguruan tinggi, kawasan ini menjadi sarana penerapan hasil penelitian sekaligus memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat.
Adapun bagi pemerintah dan dunia usaha, STP dapat menjadi ruang kolaborasi untuk mengembangkan program pemberdayaan, teknologi tepat guna, serta peluang usaha berbasis potensi lokal.
Graha Sembrani, Wujud Hilirisasi Riset dan Pemberdayaan Desa
Peresmian Graha Sembrani sebagai Science Techno Park UNISMA menandai pengembangan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui penerapan hasil penelitian. Kegiatan ini diawali dengan FGD dan ditutup dengan penyerahan piagam peresmian dari Ketua Tim PDB kepada Kepala Desa Sukoanyar, Santosa.
Pengembangan Graha Sembrani diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi tepat guna, meningkatkan nilai tambah pengelolaan sampah, serta mendorong pemerataan ekonomi masyarakat desa.
Bagi Fapet UNISMA, inisiatif ini menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui kolaborasi multidisiplin, inovasi hasil penelitian, dan pendampingan berkelanjutan, Graha Sembrani berpotensi berkembang sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
