LKTI FAPET 2026: Adu Gagasan, SMKN 1 Grati Raih Juara 1
Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) FAPET 2026 tingkat SMK/SMA/MA se-Jawa Timur sukses menjadi wadah bagi pelajar untuk menampilkan gagasan, inovasi, dan kemampuan ilmiah mereka. Setelah melalui seleksi abstrak, seleksi full paper, hingga babak grand final, SMKN 1 Grati, Pasuruan berhasil meraih Juara 1 sekaligus penghargaan Best Presentation.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Peternakan (IKA FAPET) berkolaborasi dengan Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (FAPET UNISMA) ini mencapai puncaknya melalui grand final yang dilaksanakan secara offline di Kampus UNISMA pada 5 September 2026.
LKTI FAPET 2026 Jadi Wadah Pelajar Se-Jawa Timur Berinovasi
LKTI FAPET 2026 memberikan kesempatan kepada pelajar tingkat SMK, SMA, dan MA untuk mengembangkan serta menyampaikan gagasan melalui karya tulis ilmiah.
Ajang ini mempertemukan peserta dari berbagai sekolah di Jawa Timur dalam sebuah kompetisi yang mengedepankan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta penyusunan gagasan secara ilmiah. Puluhan sekolah turut mengikuti tahapan awal kompetisi dan menunjukkan antusiasme dalam menyampaikan karya terbaik mereka.

Melalui kolaborasi antara IKA FAPET dan Fakultas Peternakan UNISMA, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus keberanian dalam menyampaikan ide dan inovasi.

Tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, LKTI juga menjadi pengalaman berharga bagi para peserta dalam menghadapi proses seleksi karya ilmiah dan mempresentasikan hasil pemikiran mereka di hadapan pihak terkait.
Bagaimana Perjalanan Peserta hingga Grand Final?
Peserta LKTI FAPET 2026 harus melalui beberapa tahapan seleksi sebelum akhirnya terpilih sebagai tim yang berhak tampil pada grand final.
Tahap pertama adalah seleksi abstrak yang diikuti oleh puluhan sekolah. Pada tahap ini, peserta menyampaikan gambaran awal mengenai gagasan atau karya ilmiah yang akan dikembangkan.
Seleksi abstrak menjadi langkah awal untuk melihat kualitas ide dan relevansi karya yang diajukan oleh masing-masing peserta. Tim yang berhasil melewati tahap tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke tahap berikutnya.

Tahap kedua adalah seleksi full paper. Pada tahap ini, peserta menyusun dan mengembangkan gagasan mereka dalam bentuk karya tulis ilmiah yang lebih lengkap sesuai dengan ketentuan kompetisi.
Proses seleksi tersebut akhirnya menghasilkan 10 besar tim sekolah yang lolos ke grand final. Kesepuluh tim terbaik kemudian mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka secara langsung atau offline di Kampus Universitas Islam Malang pada 5 September 2026.
Apa yang Membuat Perjalanan Menuju Grand Final Menarik?
Perjalanan menuju grand final menjadi menarik karena peserta harus mampu mempertahankan kualitas gagasan sejak tahap abstrak hingga presentasi akhir.
Setiap tahapan membutuhkan persiapan yang berbeda. Peserta tidak hanya dituntut memiliki ide yang menarik, tetapi juga harus mampu menyusunnya dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis dan kemudian menjelaskan gagasan tersebut melalui presentasi.




Tahapan tersebut menjadi pengalaman penting bagi para pelajar untuk belajar menyampaikan pemikiran secara terstruktur, percaya diri, dan bertanggung jawab terhadap karya yang telah disusun.
Siapa Saja yang Berhasil Meraih Juara LKTI FAPET 2026?
SMKN 1 Grati, Pasuruan berhasil meraih Juara 1 LKTI FAPET 2026 setelah melalui seluruh rangkaian kompetisi hingga tahap grand final.
Berikut daftar para peraih penghargaan LKTI FAPET 2026:
🥇 Juara 1: SMKN 1 Grati, Pasuruan
🥈 Juara 2: SMKN 1 Tulungagung
🥉 Juara 3: SMKN 3 Kademangan, Blitar
Selain penghargaan utama, panitia juga memberikan penghargaan khusus kepada peserta dengan kualitas karya dan kemampuan presentasi terbaik.
📄 Best Paper: SMKN 1 Gondang, Nganjuk
🎤 Best Presentation: SMKN 1 Grati, Pasuruan
Prestasi yang diraih para pemenang menunjukkan semangat kompetisi sekaligus kualitas karya yang ditampilkan oleh peserta selama rangkaian LKTI FAPET 2026.
Mengapa SMKN 1 Grati Menjadi Sorotan?
SMKN 1 Grati, Pasuruan menjadi salah satu sekolah yang mencatatkan prestasi istimewa karena berhasil meraih dua penghargaan sekaligus.
Selain membawa pulang gelar Juara 1, SMKN 1 Grati juga mendapatkan penghargaan Best Presentation. Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan tim dalam menampilkan karya sekaligus menyampaikan gagasan melalui presentasi pada tahap akhir kompetisi.
Keberhasilan tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah dan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dalam bidang ilmiah dan kompetisi akademik.
Tim Finalis Tunjukkan Semangat Kompetisi
Grand final LKTI FAPET 2026 mempertemukan tim-tim terbaik yang telah berhasil melewati tahapan seleksi sebelumnya.
Beberapa tim finalis yang tercantum dalam informasi kegiatan antara lain:
- SMAS Islam Kepanjen Malang
- SMKN 1 Puspo, Pasuruan
- SMAN 7 Malang
- SMKN 1 Grati, Pasuruan
- SMKN 1 Tulungagung
Para peserta finalis mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka secara langsung di Kampus UNISMA. Momen ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kompetisi karena peserta dapat menunjukkan hasil kerja, gagasan, serta kemampuan komunikasi mereka.
Siapa yang Paling Mampu Menyampaikan Gagasan Terbaik?
Pada tahap final, kualitas karya tidak hanya terlihat dari isi tulisan, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam mempresentasikan gagasannya.
Presentasi menjadi kesempatan bagi setiap tim untuk menjelaskan karya yang telah mereka susun kepada pihak penilai. Peserta perlu menyampaikan gagasan secara jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Karena itu, penghargaan Best Presentation menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kemampuan peserta dalam menyampaikan karya ilmiah secara efektif.
Mengapa LKTI Penting bagi Generasi Muda?
LKTI menjadi salah satu sarana bagi pelajar untuk belajar berpikir kritis, kreatif, dan berani menyampaikan gagasan.
Melalui proses penyusunan abstrak dan full paper, peserta belajar bagaimana mengembangkan sebuah ide menjadi karya yang lebih terstruktur. Sementara itu, tahap presentasi memberikan pengalaman bagi peserta untuk tampil dan menjelaskan hasil pemikiran mereka secara langsung.
Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting bagi pelajar untuk menghadapi berbagai kegiatan akademik di masa mendatang.
Bisakah Gagasan Pelajar Menjadi Inspirasi untuk Masa Depan?
Jawabannya, gagasan dari kalangan pelajar memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan inspirasi.
Melalui kegiatan seperti LKTI, pelajar diberikan ruang untuk berpikir terhadap berbagai persoalan dan mencoba menyampaikan solusi melalui pendekatan ilmiah. Kompetisi ini juga mendorong munculnya budaya belajar, berdiskusi, menulis, dan berinovasi.
Semangat inilah yang menjadi salah satu nilai penting dari penyelenggaraan LKTI FAPET 2026.
Kolaborasi IKA FAPET dan FAPET UNISMA Dukung Generasi Berprestasi
Kolaborasi antara IKA FAPET dan Fakultas Peternakan UNISMA menjadi bagian penting dalam terselenggaranya LKTI FAPET 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memberikan ruang bagi pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk bertemu dalam semangat akademik dan inovasi.
Pelaksanaan grand final secara offline di Kampus UNISMA pada 5 September 2026 menjadi momentum bagi para peserta untuk merasakan pengalaman berkompetisi secara langsung di lingkungan perguruan tinggi.
LKTI FAPET 2026, Dari Gagasan Menuju Prestasi
LKTI FAPET 2026 membuktikan bahwa semangat ilmiah dan kreativitas dapat tumbuh dari kalangan pelajar melalui proses kompetisi yang bertahap dan penuh pembelajaran.
Dimulai dari seleksi abstrak yang diikuti puluhan sekolah, berlanjut ke seleksi full paper, hingga terpilihnya 10 besar untuk mengikuti grand final di Kampus UNISMA, seluruh rangkaian kegiatan menjadi perjalanan berharga bagi para peserta.
Selamat kepada seluruh pemenang dan peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) FAPET 2026 Tingkat SMK/SMA/MA se-Jawa Timur. Prestasi yang diraih diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkarya, mengembangkan gagasan, dan menghadirkan inovasi.
Selamat kepada SMKN 1 Grati, Pasuruan sebagai Juara 1, SMKN 1 Tulungagung sebagai Juara 2, dan SMKN 3 Kademangan, Blitar sebagai Juara 3. Semoga LKTI FAPET terus menjadi wadah lahirnya generasi muda yang kritis, kreatif, inovatif, dan siap membangun masa depan Indonesia.
