Dosen Senior Fapet Implementasikan Teknologi Itik Hibrida

Itik hibrida sekarang lagi trend di pasaran. Hal ini terbukti dengan permintaan pasar yang tinggi sehingga terjadi peningkatan budidaya itik di Indonesia. Berdasarkan data statistik peternakan tahun 2018, populasi itik tahun 2018 sebanyak 51.239.185 ekor dan tercatat populasi dari tahun 2014 sampai dengan 2018 meningkat sebesar 13,19% dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3.16% per tahun. Populasi di Jawa Timur sebesar 5.696.190 ekor.

Melihat masyarakat yang cukup antusias beternak itik membuat dosen senior Fapet Unisma  bidang unggas Ir. Sunaryo, M. Si mengimplementasikan teknologi Budidaya Itik Hibrida melalui program Ipteks bagi Masyarakat. Program hibah bersaing dari Ristekdikti ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat dengan inovasi teknologi budidaya itik hibrida. Itik Hibrida merupakan persilangan itik Peking sebagai pejantan dengan itik Chambell sebagai induknya. Bebek Hibrida tersebut merupakan jenis bebek dwiguna, dapat digunakan sebagai bebek penghasil daging dan sebagai bebek penghasil telur. Aroma yang dihasilkan daging bebek hibrida tidak terlalu amis dan tentunya akan membuat minat masyarakat terhadap daging bebek menjadi lebih tinggi.

Keunggulan Itik hibrida ini adalah Jumlah meri (DOD) yang dihasilkan lebih banyak karena induknya tipe petelur (Itik Chambell), Pertumbuhan dan pembentukan daging lebih baik dibanding induknya karena penjantannya itik pedaging (Itik Peking), Bobot panennya sesuai permintaan pasar (1,8 – 2 kg), Umur panennya pendek antara 35 – 45 hari, Efisiensi pakannya lebih baik, sehingga biaya pakan per kg bobot badannya lebih rendah

Ipteks yang diimplementasikan Naryo meliputi Pembibitan, Pakan ternak, Perkandangan dan budidaya. Pada Ipteks pembibitan diarahkan pada penyesuaian permintaan pasar dan memperpendek umur panen. Implementasi Ipteks Pakan Itik ditujukan untuk menekan biaya pakan, karena biaya pakan merupakan biaya terbesar dalam produksi itik pedaging. Alternatif untuk menekan biaya pakan adalah pemanfaat limbah. Peternak itik umumnya memanfaatkan limbah atau produk afkir dari industri seperti roti afkir, mie instans afkir, dan sisa makanan dari warung dan restoran. Implementasi IPTEK Perkandangan dan Budidaya itik  dengan memperhatikan kondisi penataan perkandangan yang ada pada peternak yang kurang baik dengan dilakukan rehabilitasi kandang untuk pemeliharaan itik pedaging.

CATEGORIES
Share This